Monday, July 11, 2011

E-Book Perdana Berjudul Traveling With Creativity #Twitalk, Talk Show Ala Twitter

Buku ELektronik (E-book) Perdana Berjudul Traveling With Creativity #Twitalk, Talk Show Ala Twitter. Pengelola bincang-bincang santai di Twitter, #Twitalk, yang mengajak interaksi dengan tokoh-tokoh inspiratif meluncurkan buku elektronik (e-book) perdana berjudul "Traveling With Creativity". Buku ini berisi biografi dan cerita dari empat tokoh yang mewakili bidang berbeda. Launching buku ini merupakan kerja sama antara #Twitalk dengan Kementrian Perdagangan Republik Indonesia dan Indonesia Kreatif (#IDkreatif).

Empat tokoh yang diceritakan dalam buku ini adalah Aulia Halimatussadiah (penulis 20 judul buku dan enterpreneur digital), Aditya Sofyan (musisi), Enda Nasution (praktisi periklanan), dan Leonard Theosubrata (inisiator pembuat dresscode market).

Pungkas Riandika, penggagas #Twitalk mengatakan, buku ini diharapkan menjadi template atau panduan bagi generasi muda yang ingin belajar konsisten dengan suatu bidang tertentu. "Kriteria pemilihan tokoh dalam buku ini adalah karena tokoh-tokoh tersebut konsisten dengan kreatifitas di bidang yang mereka geluti," ujar Pungkas di Zona Indonesia Kreatif, Jakarta Convention Center, Jumat (8/9/2011).

Menurutnya, kreatifitas bukanlah sebuah jabatan, namun kreatifitas adalah sesuatu yang harus selalu hidup dalam diri seseorang. "Saya ingin membuat ensiklopedia versi kreatif yang berisi inspirasi dari kisah orang-orang kreatif yang konsisten dalam berkarya," tambah Pungkas.

Aulia Halimatussadiah dan Aditya Sofyan yang hadir dalam acara ini membagikan tips agar tetap konsisten berkarya. "Dengan berbagai kegiatan saya, yang saya fokuskan adalah bagaimana me-manage energi, bukan me-manage waktu. Jadi saya biasanya menulis di pagi hari, saat pikiran dan tenaga saya masih fresh. Lalu malam hari, saat sudah lelah, saya akan berjejaring sosial," ungkap wanita yang akrab disapa Ollie ini.

Ollie menambahkan, saat berjejaring sosial itulah ia biasanya membagikan ide-idenya tanpa takut dibajak oleh orang lain. "Salah satu alasan mengapa saya membagikan ide di jejaring sosial adalah agar ide yang datang tiba-tiba bisa segera ditulis. Suatu hari, saya bisa buka lagi tulisan-tulisan yang sudah saya bagi tersebut," tambahnya.

Aditya Sofyan yang terkenal sebagai "musisi kamar" menyatakan bahwa ide bisa datang dari mana saja. Ia biasanya mendapatkan inspirasi dari lingkungan sekitar. "Saya coba untuk aware terhadap lingkungan sekitar dan saya teruskan idenya dalam bentuk lagu," ujar musisi yang sebagian besar karyanya lahir dari kamar tidurnya ini.

#Twitalk sendiri merupakan talk show interaktif dengan tokoh-tokoh inspiratif yang dilakukan melalui jejaring sosial Twitter setiap hari Kamis pukul 21.00. Sejak digagas Pungkas tahun 2010 hingga sekarang, sudah ada 50 tokoh yang diwawancara oleh program reguler ini. Semua dialog diberi hastag #Twitalk dan program ini ternyata menghasilkan sebuah komunitas.

Pungkas yang secara tak sengaja melempar ide untuk membuat program reguler yang berhubungan dengan interkasi di Twitter mendapat sambutan dari teman-temannya. Memastikan bahwa kegiatan ini adalah kegiatan bersama, Pungkas juga melempar pilihan nama dan konsep program kepada follower-nya. Diskusi yang tercipta kemudian menghasilkan nama dan mekanisme program yang disepakati bersama. Lahirlah diskusi interaktif #Twitalk yang kini telah memiliki komunitas sendiri di luar teman-teman Pungkas.