Monday, July 11, 2011

Developer Lokal Indonesia di Tantang Perusahaan Intel untuk Kembangkan Aplikasi

Developer Lokal Indonesia di Tantang Perusahaan Intel untuk Kembangkan Aplikasi. Intel menantang developer Indonesia untuk mengembangkan aplikasi dan menjualnya di toko aplikasi online Intel. Hal itu disampaikan Narendra Bhandari, Director Asia Pacific Developer Relation Division Software and Service Intel di acara IDBYTE yang diadakan Senin (11/7/2011) di Pacific Place, Jakarta.


Bhandari mengungkapkan, sejumlah keuntungan bisa diraih pengguna bila memasarkan aplikasi di Intel App Up, toko aplikasi online milik Intel. Salah satunya ialah model bisnis yang menguntungkan pembuat aplikasi.

"Soal business economy, kita punya 70:30. 30 persen akan diambil Intel dan partner sehingga bisa menjaga infrastruktur," kata Narendra.

Selain itu, Narendra mengungkapkan bahwa developer juga bisa menjual aplikasi di tempat lain, tak terbatas di toko aplikasi Intel. "Jadi Anda dapat mengembangkan brand yang dimiliki. Pada dasarnya, ini menguntungkan bagi para developer," urai Narendra dalam presentasinya.

Sistem toko aplikasi Intel juga mendukung kemudahan. "Sekali aplikasi di-download maka bisa dipakai di semua device," kata Narendra.

Beragamnya perangkat yang berbasis Intel juga menjadi keuntungan tersendiri bagi developer sehingga memudahkan meraih keuntungan. "Kita ingin memastikan bahwa pengguna tumbuh dan menikmati pengalaman menggunakan aplikasi lokal. Dan, kuncinya adalah Anda semua," ucap Bhandari.

Menurut Narendra, Intel juga mengembangkan program agar developer bisa mempertahankan produktivitasnya. Sejumlah dana juga disiapkan Intel untuk mendukung developer. Misalnya dalam sebuah program yang bisa diakses di website Intel, 3 aplikasi terbaik diberikan dana 1000 dollar AS. Kriterianya adalah relevansi lokalitas, fungsionalitas, dan usability. Validasi diperlukan setelah mendaftarkan.